Intip Uniknya Resepsi Pernikahan Dominique Nadine dan Joseph

dominique-nadine-dan-joseph-immanuel-menggelar-resepsi-unik-di-pine-hilss-cibodas-foto-istimewa

Delapan September lalu, menjadi hari yang tak akan dilupakan oleh pasangan desainer, Dominique Nadine dan Joseph Immanuel. Keduanya mengikat janji suci pernikahan di Gereja Katedral, Jakarta Pusat.

Tiga hari berselang, Dominique nadine dan Joseph Immanuel sengaja menggelar resepsi pernikahan yang tidak biasa. Tak hanya sekadar resepsi, acara juga dimeriahkan dengan fashion show bertema abad pertengahan menyerupai film Game of Thrones.

Para model yang berjalan di atas catwalk mengenakan wedding gown yang eyecatching tapi juga tidak ribet untuk dilepas. Istimewanya, semua dress yang dipamerkan adalah karya Nadine.

“Fashion show saya judulnya The Dominion. The Dominion itu artinya kekuasaan, yang cocok banget sama kami punya tema wedding kerajaan middle age (abad pertengahan) yang kebetulan sama kayak Game of Thrones. Kebetulan mirip sama nama saya juga, jadi ya udah kami ambil temanya itu, middle age, renaisance, french classic, punya gaun dikemas dengan wedding gown, tapi disesuaikan dengan tren masa kini juga dan wearable,” kata Dominique Nadine.

Kawasan Pine Hills Cibodas dipilih Dominique dan Joseph untuk mendukung konsep resepsi pernikahan Dominique Nadine dan Joseph Immanuel yang diimpikan selama ini. Apalagi persiapan pernikahannya sudah dilakukan sejak setahun lalu.

“Kalau aku kan sukanya Twilight yang merak-merak gitu, jadi kita bikin kayak infinity gitu, dengan back view-nya mountain buat kita exchange of personal vow (tempat pengucapan janji suci). Terus finalnya kita bikin fashion show-nya Game of Thrones yang sesuai dengn overall tema utama wedding kita. After party-nya ada temanya avatar jadi memang multiple tema sih,” jelasnya.

Sementara itu untuk alasan fashion show dipilih karena memang ingin sesuatu yang berbeda. Untuk menampilkan fashion show dengan koleksi pribadinya, Dominique Nadine membutuhkan waktu enam bulan lamanya. Sedangkan ide pelaksanaannya dilakukan kurang dari sebulan.

“Kepikirannya karena kita mau bikin fashion show itu, harus bikin yang menarik yang menghibur tamunya. Jadi saya pilih glow in the dark karena fashion shownya di tengah hutan pinus outdoor pada saat malam, jadi biar lebih memukau kita tampilkan glow in the dark,” tandasnya.

(mg7/jpnn)

Sumber : jpnn.com